IKON BALI

Ikatan Korban Napza
Subscribe

Aksi IKON Menolak Kriminalisasi Pecandu

March 18, 2008 By: Ikon Bali Category: Uncategorized

Kuta sore itu masih tetap ramai. Pedagang acung menjajakan dagangannya. Turis-turis masih asyik berjemur menikmati matahari sore. Di depan Hard Rock Cafe, Martin, seorang petugas lapangan IKON, sedang menyiapkan spanduk. Beberapa kawannya terlihat sibuk. Ada yang bersiap membentangkan spanduk. Namun tidak sedikit pula yang menikmati makanan yang dijajakan pedagang asongan.

Begitu spanduk dibentangkan, terlihat isi tulisannya; “Hentikan! Stigma, Diskriminasi dan Kekerasan terhadap Pecandu dan Orang yang Terinfeksi HIV/AIDS”. Tidak hanya itu ada juga spanduk lain yang berbunyi, “Penjara Bukan Solusi untuk Pecandu Narkoba”. Ketiga, diatas spanduk berwarna merah tertulis, “Hindari HIV Bukan Orangnya”.

Ketika pengunjung pantai mulai melirik kampanye ini, tiba-tiba petugas pantai Kuta menghampiri mereka. Petugas dengan seragam bertuliskan Satgas Desa Adat Kuta bertanya kepada koordinator acara kampanye ini. “Ada apa ini? Apakah sudah mendapatkan ijin kampanye di sini?” Ketika mengetahui kegiatan ini belum mengantongi ijin dari pihak berwenang, Satgas itu meminta dengan tegas peserta kampanye menggulung spanduk.

Agung, koordinator acara mencoba menjelaskan. Setelah terjadi dialog beberapa lama, akhirnya Agung pergi ke Sekretariat Satgas Pantai untuk meminta ijin. Sebelum meninggalkan rombongan Satgas itu sempat berucap, “(Kegiatang) yang kayak gini dah yang bikin tamu (turis) males datang.” Ternyata diskriminasi terhadap pecandu dialami dimana saja dan oleh siapa saja.

Terlepas dari itu, Agung, mengungkapkan kegiatan ini merupakan kampanye rutin yang dilakukan oleh IKON. Dia menyatakan, seharusnya pecandu tidak dijatuhi vonis penjara tetapi harus dijatuhi vonis rehab karena pecandu hanyalah korban.

Akhirnya, karena ijin tidak didapat maka peserta kampanye menggulung spanduk. Tetapi kegiatan tidak berhenti sampai di sana. Beberapa peserta melanjutkan kampanye namun tidak lagi secara massal. Ada yang meminta tanda tangan dukungan. Sementara yang lain mewawancarai pengunjung pantai. Pengunjung ditanya pendapatnya mengenai sikap terhadap pecandu narkoba dan ODHA.

Beberapa pengunjung ternyata belum sepenuhnya paham apa yang dimaksud ODHA. Yaki salah satunya. Lelaki yang menyewakan selancar kepada pengunjung ini menyatakan ketakutannya terhadap HIV. “Soalnya, ada teman saya, Muin yang mati mendadak. Gara-gara AIDS kali ya? Tetapi kalau untuk bergaul dengan orang HIV kita sih nggak apa-apa. Kan penyakitnya nggak kelihatan. Penyakitnya kan menular kalau kita hanya berhubungan (intim), kan?”

Namun ketika dimintai tanda tangan dukungan, dia mengelak. Alasannnya, “Berat kalau masalah seperti ini.” Singkat sembari menolak lagi untuk diwawancarai.

Sementara, Anto, pengunjung dari Surabaya, terlihat menikmati aksi yang dilakukan IKON. Bahkan, dia sempat menjepretkan kameranya ke arah peserta aksi. “Bali ternyata memang menarik. Di Kuta tidak hanya bisa melihat bule, tetapi juga kampanye narkoba,” ujarnya.

Ketika dimintai komentarnya tentang narkoba dan HIV/AIDS, Anto dengan lugas menyampaikan pendapatnya. “Saya sependapat, pecandu tidak seharusnya dimasukkan ke penjara yang sama dengan narapidana lain. Mereka seharusnya direhab. Tentu setelah dibuktikan kalau mereka memang hanya pecandu. Tetapi kalau memang terlibat sindikat peredaran narkoba, mau nggak mau, ya harus dihukum. Jadi jangan sampai kehidupan di penjara membuat pecandu jadi lebih buruk.,” ungkapnya.

Sebagai mahasiswa di sebuah perguruan tinggi swasta di Surabaya, Anto menginginkan agar aturan mengenai narkoba diperketat lagi. “Sekarang ini kan narkoba udah masuk ke anak-anak SMP.” Namun dia tetap menegaskan agar pecandu tidak dimasukkan ke penjara yang sama dengan narapidana lainnya.

Benar, stop kriminalisasi pecandu!

Leave a reply

[contact-form-7 id=”197″ title=”Untitled”]

Comments are closed.