IKON BALI

Ikatan Korban Napza
Subscribe

LP Kerobokan Belum Steril Bisnis Narkoba

October 22, 2007 By: Ikon Bali Category: Uncategorized

Sumber: Bali Post (5/10/2007)

Sejumlah gembong narkoba kini sudah tidak lagi menghuni LP Kelas IIA Denpasar (Kerobokan). Perpindahan para narapidana yang rata-rata di jatuhi vonis di atas 10 tahunitu, dimaksudkan memutus mata rantai penyaluran narkotika pada LP terbesar di Bali. Namun, LP ini belumlah steril dari aktivitas narkoba.

Hal itu dikatakan Kepala LP Ilham Djaya, Kamis (4/10) kemarin. Gembong narkotika yang pertama kali diberangkatkan adalah Isaac Thayeb. Napi yang sebelumnya mendapatkan julukan raja ecstasy ini dipindahkan ke LP di Madiun. Berikutnya Arman Maulidi juga menyusul dipindahkan pada salah satu LP terbesar di Jatim. “Perpindahan keduanya selain dilatarbelakangi upaya memutus mata rantai, juga disebabkan daya tampung LP yang sudah tidak muat lagi,” jelas Ilham.

Perpindahan Isaac Thayeb sempat mengejutkan semua pihak. Soalnya, napi ini diduga memiliki pengaruh luar biasa dan banyak koneksi. Isaac ketika masih mendekam di LP Kerobokan, memiliki sebuah usaha pertukangan mebel yang karyawannya diambil secara kolektif dari para napi.

Sementara Armand Maulidi, kendati tidak memiliki usaha seperti Isaac, namun pengaruhnya juga cukup kuat di kalangan para napi. Diduga kakak kandung gembong narkotika M.Aswan ini berhasil membina sebuah jaringan terputus. “perpindahan keduanya bukan berarti gampang. Banyak tantangan yang mesti kami hadapi,” ujar Ilham.

Selain Isaac Thayeb dan Arman Maulidi, tambah Ilham Djaya, juga dipindahkan sejumlah napi kelas kakap lainnya. Mereka ada yang dipindahkan ke luar Pulau Bali namun ada pula pada sejumlah LP di Bali lainnya.

Termasuk didalamnya terpidana mati kasus bom Bali I, Imama Samudra, Ali Gufron dan Amrozy, telah dipindahkan ke LP Nusa Kambangan sambil menunggu pelaksanaan eksekusi. (015)

Leave a Reply