Subscribe

Archive for the ‘Advokasi’

Ikatan Korban Napza Tuntut Ijin Edar Obat Hepatitis C Terbaru

July 28, 2015 By: Ikon Bali Category: Advokasi, Hepatitis C, Kampanye

aksibalitribunnews.com Selasa 28 Juli 2015

Bertepatan dengan peringatan hari hepatitis sedunia, puluhan masa yang dominan mengenakan pakaian hitam menyambangi kantor BBPOM (Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan) di DenpasarBali, Selasa (28/7/2015).

Dengan mengatasnamakan diri dari IKON (Ikatan Korban Napza) dan Yakeba (Yayasan Kesehatan Bali), mereka tampak bersemangat menyuarakan aspirasi di halaman BBPOM tanpa menghiraukan panasnya terik matahari.

(more…)

Problem Perempuan Pengguna Napza

November 11, 2009 By: Ikon Bali Category: Advokasi, Dokumentasi

 

Oleh Yayuk Fatmawati

Permasalahan gender ,merupakan persoalan yang akut di Indonesia. Hal ini yang melatar belakangi munculnya gerakan perempuan di negeri ini. Tak pelak gerakan perempuan mampu menaikan isu-isu keberpihakan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Walaupun belum terlalu mencapai hasil yang maksimal, namun patut diakui bahwa isu gender terutama isu terhadap keberpihakn terhadap perempuan menjadi isu yang cukup fundamental dalam setiap dinamika kemasyarakatan maupun sistem ketatanegaraan.

(more…)

Daun Coca Bukan Napza!!

September 04, 2009 By: Ikon Bali Category: Advokasi, Apa Saja

 

bu Ketua Komisi Narkotika dan Zat Adiktif dari Badan PBB
Ratu dari Negara Swedia,
Direktur Komisi,
Direktur UNODC,
Perwakilan dari pejabat tingkat tinggi dari negara-negara dunia.

Pertama, saya ingin ucapkan terima kasih atas keramahtamahan dari pemerintah dan dari rakyat Austria atas penyelenggaraan pertemuan ini, yang menunjukkan rasa tanggung jawab atas umat manusia. Sebuah pertemuan yang diadakan dengan mengatasnamakan upaya melawan peredaran gelap zat-zat Napza..

(more…)

Drug users not treated humanely

August 14, 2009 By: Ikon Bali Category: Advokasi, Dokumentasi

by Anton Muhajir

Drug users in Asia and Pacific regions face discrimination and limited access to proper medical treatment since many of these countries still regard human rights as minor problems, a forum was told Thursday.

“It requires comprehensive policy changes at the national, regional and international levels to enable these persons to receive needed medications and treatments,” said a speaker in a forum on Injecting Drug Users (IDU), with the theme Reform: Toward Human Rights Drug Policy, in Sanur, as part of the 9th International Congress on AIDS in the Asia-Pacific.

Dean Lewis, a member of the Asian Network for People who Use Drugs (ANPUD), told the forum that harm reduction was among the efforts to reduce negative impact among IDU persons.

“Such a policy is still unavailable in many Asian and Pacific countries.”

(more…)

STATEMENT AND RECOMENDATION OF THE PEOPLE WHO USE DRUGS FORUM

August 10, 2009 By: Ikon Bali Category: Advokasi, Dokumentasi

STATEMENT AND RECOMMENDATION OF THE PEOPLE WHO USE DRUGS FORUM-PRE CONGRESS ICAAP IX
SANUR BEACH HOTEL, 8 AUGUST 2009

The People who Use Drugs Forum with all clarity is aware that global polical and economical policies are at the root of the problems that have brought social, economical, cultural and health harms towards drug users.

1. The superpower nations are dominating the Asian Pacific region through treaties and agreements at international and regional levels to put pressure upon our governments and determining our Drug Laws;

2. International agreements are made based on interests of political and economical nature, therefore distancing drug use of the Asian Pacific social and cultural context;

3. The greatest harms as results are : imprisonment, extortion and abuse of power – therefore human rights violation, all in the name of drug control

4. Hence, People who use Drugs in Asia Pacific are calling for the reform of drug policies:
a. Demanding for the correction of UN 1961 Single Convention on Narcotic Drugs and the 1971 Convention on Psychotropic Substances so as it respects human rights and the regionals cultural context.
b. Demanding governments in the region to take serious actions of reforming the current prohibitive drug laws into laws that respects the equality of drug users rights

5. Government should take upon their responsibility as providers of drug related public services therefore ensuring sustainability, local and cultural appropriateness

6. Drug users organized groups must build alliances with other socio-political movements as  a grassroots-based united front against the “War On Drugs” black campaign

(more…)

IKON Bali Tuntut Hakim Terapkan SEMA

June 27, 2009 By: Ikon Bali Category: Advokasi

Sekitar 30 korban Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (Napza) yang tergabung dalam Ikatan Korban Napza (IKON) Bali melakukan aksi demonstrasi pada Jumat (26/6) di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar. Selain membagi-bagikan bunga mawar pada hakim dan pengunjung PN, mereka juga meminta agar para hakim di PN Denpasar segera melaksanakan Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) No 27 tahun 2009 tentang penerapan vonis rehabilitasi bagi korban Napza.

Aksi itu sendiri dilakukan untuk menyambut hari Anti Narkotika (HANI) 2009 yang juga hari Anti Penyiksaan yang jatuh pada hari ini, Jumat (26/6).

(more…)

Petisi IKON Bali: Segera Terapkan SEMA!!

June 26, 2009 By: Ikon Bali Category: Advokasi

Petisi Ikatan Korban Napza (IKON)
Dalam rangka menyambut Hari Anti Narkotika (HANI)
Dan Hari Anti Penyiksaan 2009

Dari beberapa sumber yang diperoleh pengertian korban adalah orang-orang yang baik secara individual maupun kolektif telah menderita kerugian, termasuk kerugian fisik atau mental, emosional, ekonomi atau ganguan substansial terhadap hak-haknya yang fundamental, melalui suatu perbuatan atau komisi yang melanggar hukum pidana di masing-masing negara, termasuk penyalahgunaan kekuasaan.

(more…)

IKON Bali : Lepaskan Topeng itu!

May 24, 2009 By: Ikon Bali Category: Advokasi

Menyambut Malam Renungan AIDS Nusantara (MRAN) 2009, sekumpulan anak muda yang tergabung dalam Ikatan Korban Napza (IKON) Bali melakukan aksi Topeng. Aksi ini dilakukan bersamaan dengan perayaan MRAN 2009 yang dilakukan oleh Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Denpasar di Lapangan Puputan Badung, Sabtu (23/5).

Tema MRAN 2009 kali ini adalah “Together, We are the Solution”, yang mengandung arti keterlibatan semua pihak. Namun menurut IKON Bali Saat ini banyak bentuk keterlibatan yang dilakukan masih menggunakan “Topeng”.  Akiabtnya penanggulangan HIV dan AIDS akan tersendat-sendat dan diskriminasi pun tidak akan pernah hilang.

Keterlibatan yang diharapkan oleh IKON Bali adalah keterlibatan yang harus didasari oleh hati nurani yang tulus, bukan keterlibatan yang berlindung dibalik “Topeng”. Ini terlihat dalam Petisi yang diserukan oleh IKON Bali dalam acara tersebut.

(more…)

Indonesian AIDS policy : “On The Ground” Isn’t as good as “On Paper”

May 13, 2009 By: Ikon Bali Category: Advokasi, Kampanye

by Anton Muhajir
Published at Asia Report

For Agus, fictitious name, the end of life was not the end of a journey. As a former injection drug user (IDU), he faced a new problem when he passed away. Two days ago, the IDU died from complications arising from AIDS. Often in Bali, a person who dies is the responsibility of not only their families, but also of the traditional local community, called banjar.

Normally, this care consists of bathing, burying, cremation, and a traditional farewell ceremony. But not for Agus.  Agus’s body was rejected not only by his family, but by his community, as well.

Fortunately, Agus still had many friends: fellow users and former IDU and people living with HIV and AIDS (PLWHA).  So, these friends brought Agus’s body back to Sanglah Hospital, the biggest hospital in the Province of Bali, Indonesia, where it was treated.  About a week before, the same story happened with Budi (not real name), another of the PLWHA in Bali. Because of his HIV/AIDS status, Budi’s body was also rejected by the residents.

(more…)

Urgensi Vonis Rehab Bagi Korban Napza

April 06, 2009 By: Ikon Bali Category: Advokasi

Oleh I Wayan “Gendo” Suardana

I. Sekapur Sirih
Semenjak Indonesia membentuk regulasi mengenai Napza terkait dengan perang terhadap Napza, beribu-ribu bahkan berjuta-juta pengguna Napza ada dalam posisi yang tidak sebenarnya. Paradigma Negara yang menempatkan pengguna Napza sebatas hanya dalam kedudukannya sebagai pelaku kejahatan dapat terlihat secara jelas dalam berbagai regulasi nasional tentang NAPZA.

Paradigma yang dianut oleh Indonesia selama ini harus diakui sebagai factor utama dari terjadinya praktik dehumanisasi terdap pengguna napza. Paradigma Negara yang steoritif terhadap pengguna napza menular dan membentuk paradigma yang sirama kedalam masyarakat. Sehingga pengguna napza dituduh sampah, penjahat, dan berbagai stigma yang bersifat diskriminatif dan berujung kepada dehumanisasi. Lalu selesaikah persoalan? Ternyata  praktik dehumanisasi tetap terjadi namun prevelensi penyalahgunaan napza tidak pernah menurun secara signifikan.

(more…)